Jumat, 18 Mei 2012

(11103102)3 tips kepada para pemilik usaha kecil tentang bagaimana mengelola bisnis agar bisa bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

NM : RACHMAD PUJIANTO
NIM: 11103102
KLS: 11.4A.24

1. Temukan cara kreatif agar konsumen mendapatkan pengalaman yang mengesankan
Anda memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan konsumen baru ketika konsumen yang pernah membeli dari Anda mendapatkan pengalaman yang mengesankan.
Pengalaman yang mengesankan akan memotivasi konsumen untuk mempromosikan bisnis Anda secara sukarela dengan menceritakan pengalaman mereka ke orang-orang terdekatnya (word-of-mouth-marketing).
Manakah yang Anda lebih percayai? Promosi produsen yang mengklaim produknya berkualitas, atau ucapan seorang teman yang menceritakan kepuasannya menggunakan produk tersebut?
Inilah kekuatan word-of-mouth-marketing.
Bagi setiap usaha, word-of-mouth-marketing merupakan promosi terbaik yang bisa didapatkan karena memiliki tingkat kredibilitas dan kepercayaan yang lebih tinggi dibanding dengan metode promosi lainnya.
Selain word-of-mouth-marketing, pengalaman yang menyenangkan juga akan mendorong seseorang untuk menjadi pelanggan yang setia karena kebutuhannya bisa dipuaskan dengan cara yang mengesankan.
Oleh karenanya, gunakanlah kreativitas Anda untuk menciptakan pengalaman tersebut.
Amati dan pelajari strategi dan teknis bisnis yang digunakan oleh para pelaku usaha yang telah maju untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan sebagai inspirasi.
Jika perlu, tak ada salahnya untuk mencoba menciptakan inovasi baru, baik dalam bentuk inovasi produk ataupun layanan.
2. Pekerjakan karyawan yang bisa membangun bisnis
Untuk mengembangkan usaha, Anda akan memerlukan bantuan orang lain yang bisa membantu Anda mewujudkannya. Di sinilah karyawan memainkan peranannya.
Menurut Ben, carilah karyawan yang keahliannya mendukung keahlian yang sudah kita miliki dan bukan orang yang keahliannya sama dengan kita.
Maksudnya begini. Anggap saja kita ahli dalam mencatat keuangan usaha (akuntansi), tapi kita lemah dalam hal pemasaran. Maka, carilah karyawan yang pandai dalam marketing, dan bukan mempekerjakan orang dengan keahlian akuntansi juga.
Apabila kita melakukan hal tersebut, sebenarnya kita hanya menduplikasi stok akuntansi dan kebutuhan usaha untuk pemasaran justru tidak terpenuhi.
Dengan mempekerjakan karyawan yang melengkapi keahlian kita, maka kebutuhan usaha untuk tumbuh dan berkembang dapat dipenuhi secara lebih baik.
Setelah mendapatkan tenaga dan keahlian yang dibutuhkan, maka binalah sumberdaya tersebut ke dalam sebuah tim yang saling mendukung satu dan yang lainnya.
3. Pastikan visi usaha dapat dimengerti dengan jelas dan mudah, baik oleh Anda sendiri ataupun karyawan
Berilah diri Anda dan karyawan Anda alasan yang masuk akal mengapa usaha yang Anda jalani layak untuk dipelihara, tumbuh, dan berkembang.
Terkadang kita terjebak pada situasi di mana kita menjalankan usaha tanpa adanya tujuan yang jelas apa yang ingin dicapai.
Mencari untung adalah hal yang penting. Namun apabila dalam prakteknya tidak diimbangi oleh nilai-nilai agama dan kemanusiaan, maka pada akhirnya hanya akan mebentuk sebuah bisnis yang miskin makna.
Pemilik usaha memiliki kekuasaan penuh untuk memimpin arah usahanya, tapi dirinya juga mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan nilai-nilai moral dalam menjalankan bisnisnya tersebut.
Ciptakanlah visi usaha yang masuk akal, mudah dimengerti, dan beretika.
Tentunya akan lebih baik pula jika ditunjang dengan penerapan nilai dan kaidah agama sehingga dalam perjalannya usaha kita akan selalu mendapat keberkahan, Insha Allah.
Dengan kejelasan visi yang mudah dipahami, maka karyawanpun akan sukarela mengasosiasikan dirinya dengan usaha kita dan berpeluang menjadi pendukung setia dalam tumbuh kembang usaha Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar