Sabtu, 19 Mei 2012

Cara Mengendalikan Keuangan Perusahaan


Setiap perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengelola keuangannya di perusahaann masing-masing. Berbagai cara dipilih agar laporan keuangan lebih mudah dikerjakan, lebih cepat dan dapat menampilkan kinerja keuangan perusahaan secara detil. Kebanyakan perusahaan saat ini telah menggunakan electronic system, atau mengerjakannya secara komputerisasi, baik yang memang telah diprogram, maupun semi- komputerisasi.
WALAUPUN demikian, hasil pengerjaan proses akuntansi ini banyak dipengaruhi oleh SDM yang bersangkutan. Karena dalam praktiknya sendiri banyak perusahaan yang telah menggunakan sistem full electronic tetapi belum mampu memberikan performance yang terbaik bagi perusahaan, dalam arti sistemnya sudah bagus tetapi tidak bermanfaat bagi kemajuan perusahaan. Oleh sebab itu pengelolaan keuangan yang baik di perusahaan banyak ditentukan oleh “kehebatan” si akuntan.

Belum lagi beberapa hal yang sangat prinsip yang harus dipegang oleh seorang SDM dalam mengelola keuangan, seperti, faktor kejujuran, ketekunan, ketelitian dan lain-lain yang tidak boleh diabaikan. Termasuk internal pengawasan, hal ini sangat penting sekali dilakukan perusahaan, apalagi jika dikaitkan dengan banyaknya masalah yang terjadi akhir-akhir ini.

Karena sehebat apa pun seorang SDM jika internal control sangat lemah bisa jadi performance keuangan kita bisa lebih buruk dari yang seharusnya. Jika hal tersebut benar-benar diperhatikan, mudah-mudahan pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan sangat baik. Praktisnya, sebuah perusahaan yang ingin mengelola keuangan yang baik harus membuat sebuah buku prosedur atau standar operasional prosedur yang biasa sering disebut dengan SOP.

Sehingga setiap perusahaan di divisi keuangan memiliki cara yang sama dalam melaksanakan pekerjaan keuangan, walaupun di bahagian bkasir. Hanya saja di dalam job description, kita harus membuat secara detail pekerjaan-pekerjaan mana yang menjadi tanggung jawab seorang kasir, pembukuan ataupun manager keuangan sendiri.

Dengan demikian, masing-masing karyawan mempunyai seuah risiko dan tanggung jawab yang harus dijaganya. SOP sangat penting bagi perusahaan, karena di dalam praktiknya banyak sekali perusahaan yang tidak memilikinya, sehingga setiap saat selalu terjadi perbedaan dalam melaksanakan pekerjaan yang sama. Ada juga perusahaan yang memiliki SOP tetapi karyawannya tidak patuh, alias SOP hanya sekadar pelengkap administrasi atau dokumen perusahaan tetapi tidak pernah dilaksanakan.

Jika perusahaan sudah menerapkan sebuah SOP untuk proses pengelolaan keuangan, maka setiap karyawan tidak perlu bingung dalam mengerjakan transaksi keuangan yang ada. Di SOP ini cara mengelola keuangan yang baik seharusnya bisa ditampilkan. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengelola keuangan yang baik?

Dua Syarat
Seperti yang telah disebutkan di atas, persyaratan pertama adalah SDM yang kompeten di bidangnya, dia harus berasal dari latar belakang pendidikan akuntansi. Walaupun banyak orang yang menyangkalnya bahwa siapa saja bisa mengerjakan keuangan, tetapi perlu Anda yakini bahwa hasilnya jauh dari memuaskan. Bisa-bisa justru malah mengacaukan performance keuangan nantinya.

Dan persyaratan kedua adalah perilaku kerja dari SDM tersebut, yang juga telah dinyatakan di atas. Ketiga sistem atau cara bagaimana pengelolaaan keuangan harus dilakukan, yang biasanya sudah tercantum di SOP perusahaan. Selanjutnya, yang tidak kalah pentingnya seperti hal-hal berikut:
•Kelengkapan dokumen transaksi; setiap transaksi harus disertai bukti-bukti, baik untuk transaksi kas masuk maupun kas keluar. Periksa tanggal, tanda tangan orang-orang yang berkaitan, terbilang (berapa jumlah transaksi dimaksud). Harap diingat bahwa di sinilah manipulasi data sering terjadi.

•Membukukan transaksi setiap hari, apakah secara manual ataupun komputerisasi. Jangan pernah menunda meng-input transaksi, agar posisi keuangan perusahaan selalu ter-update. Disarankan untuk mengerjakan secara elektronik untuk kemudahan dan kelancaran pengerjaannya maupun dalam proses pengambilan keputusan. Cara ini juga memudahkan para pajabat terkait untuk dapat terus memantau kondisi keuangannya melalui internet. Khusus mengerjakan pembukuan inilah, sangat diperlukan para karyawan yang berlatar belakang akuntansi. Mereka minimal harus mengetahui tahapan-tahapan pembukuan.

Mulai dari jurnal transaksi, memasukkan ke buku besar dan buku pembantu, neraca percobaan sampai neraca lajur dengan segala laporan keuangannya (laporan laba rugi, laporan modal dan posisi neraca). Sebelum laporan keuangan dilakukan, harus dilakuan terlebih dahulu jurnal pernyesuaian dan jurnal penutup, agar tidak ada lagi transaksi yang bermasalah. Dan hal inilah juga yang tidak dimiliki oleh para nonakuntansi, karena hal ini tidak dapat dipahami secara mandiri alias otodidak, mengingat keuangan adalah hal yang sangat kritis dan urgensinya cukup tinggi. Dikhawatirkan akan memengaruhi hal-hal lainnya.

Dengan Kemampuannya yang spesifik tersebut seorang karyawan akan mampu menampilkan kondisi atau posisi keuangan yang benar-benar akurat. Jika telah selesai, tetaplah melakukan pencetakan, agar jika sewaktu-waktu hendak diperiksa, sementara listrik atau kondisi yang tidak diinginkan pada komputer terjadi, kita memiliki back up data.

•Memeriksa saldo kas dan pembukuan secara rutin, termasuk oleh internal auditor sendiri, bagi perusahaan yang tidak memiliki internal auditor dapat menunjuk seseorang yang dipercaya dan cukup capable di keuangan tetapi bukan manajer keuangan, atau pimpinan sendiri. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

•Mengarsip dokumen secara subject, chronology ataupun cara praktis yang memudahkan perusahaan menemukan kembali dokumen ataun transaksi yang diperlukan. Selain rapi, data keuangan yang tidak berada di tempat dapat diketahui, juga menghindari tersebarnya bukti-bukti transaksi ke pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Demikian sekelumit informasi dalam mengelola keuangan yang baik di perusahaan. Semoga bermanfaat dan dapat menghindari perusahaan dari hal-hal yang merugikan perusahaan, semoga.

(Sumber: Kompas/Wulan Nuraini/12121233/12.1A.14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar