Selasa, 15 Mei 2012

Sikap dan Perilaku Wirausaha

Nama : Ade Muhammad Saefullah
Nim  : 11103765
Kelas : 11.4A.14
Jurusan : Komputerisasi Akuntansi
    
    
Para wirausahawan tidak dapat dipisahakan dengan gambaran orang-orang yang selalu ingin maju,banyak ide-ide kreatif dan sangat menyukai tangtangan.Ada beberapa sikap dan perilaku yang selaras dan sejalan dengan profil seoarang wirausahan.
Berikut ini beberapa karakteristik dan sifat yang harus dimilik oleh seorang wirausahawan,yaitu:

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:

a. Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya.
Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya.
Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan.
Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan.
Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut.
Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.

b. Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komimten yang jelas, terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan mengidentifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.
Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, problem solving bagi masalah konsumen, dan sebagainya.
Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadap konsumen, akan memiliki nama baik (goodwill) di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang
diharapkan.

c. Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.
Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purna jual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh
wirausahawan.

d. Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.
Daya kreatifitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.
Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Namun, gagasan-gagasan yang baikpun, jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuah mimpi.
Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan.
Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar.
Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.

e. Mandiri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain.
Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.
Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

f. Realistis
Seseorang dikatakan Realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasionil dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya.
Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasionil dalam pengambilan keputusan bisnisnya.
Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.

Ditulis oleh Izzati Amperaningrum, SE, MM & Dr. Zuhad Ichyaudin, MBA.
Demikianlah artikel mengenai Karakteristik Sikap dan Perilaku Wirausahawan

                           
2.Kompetensi wirausaha
Seorang haruslah memiliki persyaratan-persyaratan tertentu sebagai modal dasar agar ia dapat disebut sebagai seorang wirausahawan di antaranya adalah:
·         Memiliki ide yang jelas dan fokus terhadap tujuan
·         Kemauan dan komitmen yang tidak mudah tergoyahkan
·         Selalu berani untuk memulai sesuatu
Sedangakan mengenai kecukupan modal,tenaga dan pemikiran merupakan variabel yang bersifat relatif tergantung ide dan komitmen wirausaha tersebut.
    Menurut casson sebagaimana dikutip oleh yuyun wirasasmita(1993:3) mengenai beberapa kemampuan yang harus dimilik oleh seorang wirausahawan,yaitu:
·         Self knowledge. Yaitu memilikipengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan atau ditenkuninya.
·         Imagination. Yaitu memilik imajinasi,ide dan perspektif serta tidak mengandalkan pada sukses di masa yang lalu.
·         Practical skill. Yaitu memilik pengetahuan praktis,misalnya pengetahuan teknik,desain,prosesing,pembukuan,administrasi dan pemasaran.
·         Search skill. Yaitu kemampuan untuk menemukan,berkreasi dan berimajinasi.
·         Faresight. Yaitu berpandangan jauh kedepan.
·         Computation skill. Yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang akan datang.
·         Communication skill. Yaitu kemampuan untuk berkomunikasi,bergaul dan berhubungan dengan orang lain.
    Norman M.Scarborough (1993) mengungkapkan bahwa kompetensi kewirausahaan yang di perlukan sebagai syarat-syarat bisnis,meliput:
1.    Proaktif. Selalu ada inisiatif dan tegas dalam melaksanakan tugas.
2.    Berorientasi pada prestasi atau kemajuan,cirinya adalah:
- Selalu mencari peluang-peluang baru
- Berorientasi pada efisiensi
- Konsen pada kerja keras
- Perencanaan yang sistematis
- Selalu memonitorkeadaan

1.    Komitmen terhadap perusahaan atau orang lain,cirinya adalah :
-Selalu memegang teguh kontrak kerja
-Mengenal tantang betapa penting hubungan bisnis

  
3.Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha
2. Dapat bertindak didiplin
Disiplin artinya bertindak tepat dan benar sesuai dengan apa yang telah direncanakan. contohnya,  disiplin waktu, apabila dia menjanjikan pertemuan jam 09.00, maka sebelum  jam tersebut, minimal 20 menit sebelumnya telah hadir di tempat tersebut
3. Berkomitmen tinggi
Berkomitmen yaitu menepati dengan tekad yang bulat untuk mencurahkan perhatian pada usaha  telah disepakati bersama.
Contoh sikap berkomitmen tinggi, walaupun dagangannya laris manis, dia tidak meninggakan toko, tanpa harus menutup tokonya (ia menyerahkan kepada orang kepercayaan), untuk menemui pelanggan/klien lain sesuai perjanjianya
4. Berperilaku jujur
Kejujuran akan menghasilkan pengakuan (recognition) bagi seseorang, yang pada gilirannya dapat ikut menumbuhkan rasa percaya diri (self confidence) pada diri yang bersangkutan. Rasa percaya diri membangkitkan keyakinan yang kuat terhadap kemampuan yang dimiliki untuk berhasil dan berprestasi
Contohnya :
Kejujuran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang dalam pekerjaannya. Seorang mekanik otomotif akan memperoleh pengakuan dari pelanggan, karena mengganti suku cadang yang memang harus diganti dan menggantinya dengan suku cadang yang dikehendaki pelanggan. Melalui sikap jujur mekanik otomotif ini telah menerapkan strategi promosi yang berbasis kepada mutu (kepuasan pelanggan). Akibatnya bengkel akan dapat mendapatkan banyak pelanggan baru yang akan meningkatkan omset pendapatan.
Kebalikannya, seorang mekanik otomotif yang berlaku tidak jujur, mengusulkan penggantian suku cadang yang tidak harus diganti, secara perlahan tapi pasti usahanya akan mengalami kemunduran, karena pelanggan tidak akan pernah kembali untuk menggunakan jasanya. Semua itu tecermin pada jujur dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
5. Keatif dan inovatif
kemampuan kreatif adalah kemampuan untuk berpikir  dan pengembangan ide atau gagasan baru/berbeda yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu.
Kemampuan kreatif tidak dimaksudkan harus selalu menghasilkan sesuatu yang baru, tetapi lebih pada optimalisasi potensi dasar setiap manusia untuk selalu memikirkan atau mendapatkan yang lebih baik dari yang dilihat, dirasakan atau dikerjakannya.
Kata kunci yang menyertai kemampuan inovatif adalah kemampuan untuk  mendapatkan nilai tambah dan berbeda. Ketidakpuasan seseorang terhadap situasi tertentu, kondisi (fungsi, bentuk, keindahan) benda tertentu, mendorong seseorang memikirkan dan mencari sesuatu yang baru yang diyakini memiliki nilai tambah tertentu bila dibandingkan dengan situasi atau kondisi sebelumnya.

6. Mandiri dan Realistis
Mandiri adalah orang yang tidak tergantung pada orang lain, berani melaksanakan ide dan gagasannya  yang telah direncanakan dengan matang. Contoh sikap mandiri, dimasa sekarang kebutuhan akan informasi kewirausahaan bisa didapatkan melalui :
  1. Buku, ensiklopedi, majalah, dll
  2. Menonton CD, DVD, TV tentang kewirausahaan
  3. Membuka situs-situs internet tentang kewirausahaan
Pemikiran yang mandiri adalah orang yang secara konsisten kreatif cenderung menunjukkan kemandirian dalam membuat kesimpulan dan kemudian tetap loyal terhadap opini dan sikap yang diambil.
Sedangkan realistis bertindak dengan menggunakan rasionalitas (sesuai dengan fakta dan data serta berpikir logis) karena tantangan ke depan  adalah: persaingan kualitas otak dan perkembangan ITI dalam era globalisasi,  yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengelola otak dan pikiran kita untuk memenangkan persaingan dengan tetap menjalankan  karateristik /jiwa  wirausaha.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar