Rabu, 20 Juni 2012

tugas akhir pengantar sistem informasi manajmen


Untuk memenuhi tugas akhir




Mata kuliah pengantar sistemn informasi manajemen
Ditulis oleh :
Nama      : Tia Setiawati
Nim         : 1111-2625
Kelas     : 11.2A.14
Maka dari itu saya membagi informasi dan mengetahui pengetahuan tentang bagaimana memecahkan masalah dalam perusahaan.
                                                                                                                                                                                                               




Pemecahan masalah
 didefinisikan sebagai respon terhadap suatu hal yang berjalan baik maupun berjalan buruk. masalah (problem) merupakan suatu keadaan atau kejadian yang merugikan atau berpotensi akan merugikan bagi perusahaan dengan cara negatif atau sebaliknya, yaitu hal yang menguntungkan atau berpotensi menguntungkan bagi perusahaan dalam cara yang positif.

Sedangkan keputusan diartikan sebagai hal atau tindakan yang terpilih dari berbagai usaha yang telah dilakukan.

FASE-FASE PEMECAHAN MASALAH

Menurut Hebert A. Simon, dalam proses pemecahan masalah ada empat aktivitas yang harus dilakukan para manajer dan pengambilan keputusan lainnya, yaitu:
1. Aktivitas kecerdasan. Mencari lingkungan yang kondusif untuk mendadpatkan suatu solusi.
2. Aktivitas desain. Menciptakan, mengembangkan dan menganalisais tindakan-tidakan yang mungkin dilakukan.
3. Aktivitas pemilihan. Memilih tindakan tertentu dari berbagai kemungkinan yang ada.
4. Aktivitas meninjau ulang. Menilai kembali pilihan atau keputusan yang telah diambil.

KERANGKA KERJA PEMECAHAN MASALAH

Ada dua kerangka yang digunakan dalam pemecahan masalah, yaitu model sistem dan model lingkungan. Model/pendekatan sistem berupa kerangka kerja perusahaan sebagai suatu sistem. Dalam kerangka ini, elemen-elemen penting diidentifikasi, termasuk aliran data, informasi dan keputusan-keputusan yang menghubungkan elemen-elemen tersebut. dalam Proses pemecahan masalah dikelompokkan dalam 3 fase, yaitu:
1. Fase pertama, yaitu fase upaya persiapan
2. Fase kedua, yaitu fase upaya definisi atau penentuan
3. Fase ketiga, yaitu fase upaya solusi
Model lingkungan digunakan untuk dapat memahami lingkungan perusahaan dan interaksi antara perusahaan dan masing-masing elemen lingkungan dalam bentuk aliran sumber daya.

PENTINGNYA PANDANGAN TERHADAP SISTEM.

Dalam menggunakan model sistem umum dan model lingkungan sebagai dasar untuk memecahkan masalah, harus diawali dengan membuat pandangan terhadap sistem, yaitu memandang operasi-operasi bisnis sebagai sistem yang berada dalam sebuah lingkungan yang lebih besar.

Pandangan sistem meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Melindungi para manajer agar tidak menemui kesulitan dan kebingungan berhadapan dengan kompleksnya struktur organisasi perusahaan dan detail-detail pekerjaan.
2. Memahami pentingnya menentukan tujuan kegiatan secara benar.
3. Menekankan pentingnya semua bagian dari organisasi untuk bekerja sama tanpa kecuali.
4. Memahami interkoneksi antara organisasi dengan lingkungannya.
5. Menempatkan informasi timbal balik sebagai hal yang penting, yang hanya dapat dicapai menggunakan sistem lingkungan tertutup(close-loop sistem).

MEMBANGUN BERDASARKAN KONSEP

Proses pemecahan masalah terdiri dari elemen-elemen dasar, yaitu : standar, informasi, batasan, dan solusi alternatif. Standar ini menggambarkan kondisi yang harus dicapai. Untuk memenuhi standar, seorang manajer harus mempunyai informasi mengenai kondisi yang telah dicapai saat ini. Perbedaan antara kondisi yang harus dicapai dan kondisi yang telah dicapai menghasilkan kriteria solusi, yaitu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kondisi yang ada menjadi kondisi yang sesuai dengan kondisi yang diharapkan. manajer bertanggung jawab untuk mencari solusi-solusi alternatif, jika solusi alternatif telah diidentifikasi, sistem informasi bisa digunakan untuk mengevaluasi setiap solusi alternatif tersebut.
Dalam evaluasi harus dipertimbangkan berbagai hambatan yang mungkin timbul, hambatan-hambatan internal timbul karena terbatasnya sumber daya perusahaan. hambatan lingkungan timbul karena tekanan-tekanan dari berbagai macam elemen yang menghambat aliran sumber daya keluar dan masuk perusahaan. bila semua elemen ini sudah ada dan manajer memahaminya, maka solusi untuk memecahkan alahakanditemukan.

MEMILIH SOLUSI TERBAIK

Pemilihan solusi terbaik dapat dilakukan dengan cara yang berbeda. Henry Mintzberg, seorang ahli manajemen teori, mengidentifikasi tiga pendekatan yang berbeda dalam menentukan solusi terbaik.
- Analisis. yakni evaluasi secara sistematis terhadap pilihan-pilihan yang ada.
- Penilaian. yakni proses pemikiran dan pertimbangan dari seorang manajer
- Negosisasi. yakni perundingan antara beberapa manajer.

Dalam buku ini, pemilihan solusi terbaik untuk memecahkan masalah diutamakan menggunakan pendekatan analisis. namun demikian ketiga pendekatan ini dapat digunakan secara bersamaan untuk mendapatkan solusi yang tepat dan optimal.


STRUKTUR PERMASALAHAN

Ada berbagai macam jenis masalah, yaitu:
1. Masalah terstruktur, yaitu masalah yang memiliki elemen-elemen yang saling berhubungan di mana masing-masing elemen dan hubungannya dapat difahami oleh manajer.
2. Masalah semi terstuktur, yaitu masalah yang sebagian elemennya difahami dan sebagian lagi tidak difahami oleh manajer
3. Masalah tidak terstruktur, yaitu masalah yang elemen-elemennya atau hubungan antarelemennya tidak difahami oleh manajer.

JENIS-JENIS KEPUTUSAN

Hebert A. Simon menetapkan metode untuk mengklasifikasikan keputusan.
1. Keputusan terprogram, adalah keputusan yang “berulang dan rutin yang diambil mengikuti prosedur-prosedur yang telah ditetapkan. Masalah yang dipecahkan dengan keputusan terprogram adalah dianggap sebagai sesuatu yang baru (de novo) saat masalah tersebut timbul.”
2. Keputusan tidak terprogram, adalah keputusan yang tidak terstruktur dan tidak berurutan, diambil untuk menengani masalah-masalah tidak terstruktur. Tidak ada metode tertentu untuk menangani masalahnya karena tidak pernah ada masalah bersifat kompleks sehingga penyelesaiannya memerlukan cara-cara khusus yang sama sekali baru.
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERKELOMPOK (GROUP DECISION SUPPORT SISTEM)

GDSS merupakan sebuah sistem berbasis komputer yang mendukung sekelompok orang yang tergabung di dalam satu tugas atau sasaran yang sama dan memiliki satu sarana tertentu yang berfungsi saling menghubungkan orang-orang yang ada dalam kelompok tersebut. GDSS berkontribusi dalam pemecahan masalah dengan cara menyediakan sebuah rancangan yang kondusif terhadap komunikasi

Pendapat Kelompok:

Kemampuan manajer dalam mengambil keputusan yang tepat sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi. efektif/tidaknya seorang manajer dapat dilihat dari pendekatan/model yang digunakan dalam mengidentifikasi masalah dan sekaligus menentukan solusi dari permasalahan yang ada.
Pendekatan system dan pendekatan lingkungan yang diajukan sebagai kerangka dalam pemecahan masalah sudah tepat digunakan. kedua pendekatan tersebut dapat dijadikan sebagai pegangan oleh para manajer dalam pengambilan keputusan.

Dalam buku tersebut dituliskan bahwa dalam pengambilan keputusan, perlu memperhatikan elemen-elemen dasarnya, yaitu: standar/ criteria ideal keadaan yang harus dicapai, informasi/keadaan yang telah dicapai, batasan yang dimiliki perusahaan dan hambatan dari lingkungan sekitar, serta solusi alternatif yang dimunculkan setelah teridentifikasi akar permasalahannya.

Dengan mengetahui elemen-elemen dasar, dapat memudahkan manajer berhadapan dengan kompleksnya struktur organisasi perusahaan dan manajer lebih memahami interkoneksi antara organisasi dengan lingkungannya.

Decision support system (DSS) merupakan salah satu bentuk kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu seorang manajer dalam memecahkan suatu masalah yang spesifik. keempat model DSS (model fisik, naratif, matematika dan grafik) dapat digunakan sesuai dengan tingkat permasalahan yang akan dipecahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar