Kamis, 29 November 2012

Kualitas dan nilai Informasi


Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaat yang diperoleh lebih berharga  dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu  sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan sehingga tidak mungkin atau sulit  untuk menghubungkan antara informasi tentang suatu masalah dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian besar informasi digunakan tidak hanya oleh satu pihak saja di dalam perusahaan.
Keuntungan  dari sebagian besar informasi tidak dapat dihitung dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasnya. Nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit. Nilai informasi ini didasarkan atas sepuluh sifat, yaitu:
 (1) Mudah diperoleh,
(2) Luas dan lengkap,
(3) Ketelitian,
(4) Kecocokan,
(5) Ketepatan waktu,
(6) Kejelasan,
(7) Keluwesan,
 (8) Dapat dibuktikan,
(9) Tidak ada prasangka dan
(10) Dapat diukur.
Informasi bernilai sempurna apabila pengambil keputusan  dapat mengambil keputusan secara  optimal dalam setiap hal, dan bukan keputusan yang rata-rata akan menjadi  optimal dan untuk menghindari kejadian-kejadian yang akan mendatangkan kerugian. Namun demikian informasi yang sempurna mungkin memang tidak ada. Dalam hal-hal demikian, perkiraan-perkiraan hasil sebelumnya mungkin dipengaruhi oleh informasi tambahan, meskipun informasi tersebut tidak  memberikan kepastian. Informasi yang tidak sempurna sesungguhnya merupakan informasi dari uji petik (sampling). Informasi ini tidak sempurna karena lebih banyak mengandung perkiraan  dan bukan suatu hal yang pasti.
Kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
1) AkuratInformasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Informasi harus akurat karena dari sumber  informasi sampai ke penerima informasi mungkin banyak mengalami gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.
2) Tepat WaktuInformasi yang sampai ke penerima tidak boleh terlambat. Dewasa ini informasi mahal karena harus cepat dikirim dan didapat sehingga memerlukan  teknologi mutakhir untuk dapat mengirimkannya.
3) RelevanTingkat relevansi informasi memiliki perbedaan bagi setiap individu. Informasi mengenai tingkat inflasi dalam negeri mungkin akan sangat bermanfaat bagi menteri keuangan dibandingkan dengan menteri agama.

Nama : Muchson Wahyu Q  
Nim : 18110457 (  12.2D.24 )
Kelas : 12.3D.24

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar