Jumat, 30 November 2012

Organisasi Maya


Organisasi Maya


Organisasi maya adalah model organisasi baru yang memakai teknologi untuk secara dinamis menghubungkan orang, dana dan ide (Bussiness week, Februari 1993). Dengan model ini, batasan geografis dan finansial dapat teratasi, sehingga banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan global dalam menjalin kemitraan dengan partner bisnis mereka. Organisasi ini tidak mengharuskan anggota-anggotanya berkumpul disatu tempat atau kantor untuk menjalankan fungsi mereka, walau demikian, organisasi maya kadang tetap membutuhkan kantor secara fisik untuk urusan—urusan legal seperti keperluan akta pendirian, perizinan, pajak dan urusan legal lainnya.
Organisasi maya dan perkembangan teknologi informasi berhubungan sangat erat, organisasi maya sangat tergantung pada teknologi informasi, namun begitu, tidak bisa dikatakan bahwa organisasi maya ini lahir dari teknologi informasi. Kebutuhan manusia untuk membentuk organisasi yang yang menembuh batasan geografis dan birokrasi turut membentuk arah perkembangan teknologi informasi. Organisasi maya yang awalnya mungkin hanya berbentuk mail group atau forum sekarang dikembangkan lebih jauh lagi menjadi cloud computing, online shopping dan lain-lain. Korporasi-korporasi besar juga membentuk organisasi maya untuk menghadirkan produk yang tidak mungkin mereka garap sendiri, dengan memanfaatkan potensi dari masing-masing anggota organisasi
Walaupun memiliki beberapa keunggulan, organisasi virtual juga memiliki beberapa titik lemah diantaranya :
  1. Tidak adanya hirarki kepemimpinan yang nyata, hal ini bisa mengakibatkan sulitnya perencanaan strategis.
  2. Sangat tergantung dari dedikasi dan saling percaya dari anggota-anggotanya.
  3. Kurangnya mekanisme kontrol.
  4. Timbulnya ketidak jelasan keanggotaan, tugas, tanggung jawab, jenjang karir, dan hubungan atasan bawahan.
Hal tersebut merupakan tantangan utama dalam menjalankan organisasi virtual, dalam hal ini, Les Pang dalam sebuah jurnal memberikan beberapa panduan praktis yang didasari kajian terhadap beberapa keberhasilan dalam penerapan organisasi virtual, yaitu :
  1. Memupuk kerja sama, saling percaya dan saling mendukung.
  2. Memastikan setiap anggota berkontribusi dan mempunyai aset atau kekuatan yang teridentifikasi.
  3. Memastikan ketrampilan dan kompetensi masing-masing anggota saling melengkapi dan tidak tumpang tindih.
  4. Memastikan anggota mampu beradaptasi.
  5. Memastikan kesepakatan kontrak yang jelas, dan spesifik mengenai tugas dan hasil yang harus diberikan.
  6. Tetap bertatap muka antar anggata selama memungkinkan.
  7. Menyediakan pelatihan yang diperlukan untuk keberhasilan tim.
  8. Memahami bahwa membuat sebuah tim membutuhkan waktu.
  9. Memastikan bahwa teknologi yang digunakan sesuai dan bisa diandalkan.
  10. Menyediakan pendukung teknis yang kompeten.

Organisasi maya dengan fleksibilitas dan kecepatannya mampu menjawab tuntutan dunia bisnis yang semakin berkembang, namun juga memberi tantangan baru bagi para pemimpin dan manajer untuk memimpin dan mengelola sebuah organisasi maya yang memiliki tingkat ketidak pastian dan ketidak terikatan yang tinggi. 

Mardianto Eko Nugroho
12.3D.24/18112322

Tidak ada komentar:

Posting Komentar