Kamis, 29 November 2012

Pemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan

Pemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan

       Pemecahan Masalah (problem solving) terdiri atas respons terhadap hal yang berjalan dengan baik, serta terhadap hal yang berjalan dengan buruk dengan cara mendefinisikan masalah (problem) sebagai kondisi atau peristiwa yang berbahaya atau yang dapat membahayakan perusahaan, atau  yang  bermanfaat atau dapat memberi manfaat.
       Pembuatan Keputusan (decision making). Yaitu tindakan memilih diantara berbagai alternatif solusi pemecahan masalah. Keputusan (decision) didefinisikan sebagai tindakan pilihan dan sering kali diperlukan untuk mengambil banyak keputusan dalam proses pemecahan satu masalah saja.
       Fase Pemecahan Masalah
4 tahapan dari Herbert A. Simon. Menurut Simonorang yang memecahkan masalah terlibat dalam :
 Aktivitas Intelijen. Mencari disekitar lingkungan kondisi yang harus dipecahkan.
 Aktivitas Perancangan. Menemukan, mengembangkan, dan menganalisis tindakan-tindakan yang mungkin dilakukan.
 Aktivitas Pemulihan. Memilih tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia.
Aktivitas Pengkajian. Memeriksa pilihan-pilihan yang lalu.

Kerangka Pikiran Pemecahan Masalah

Kerangka berpikir yang berguna dalam pemecahan masalah, yaitu model sistem umum perusahaan dan model delapan  elemen lingkungan. Model sistem umum,  sebagai kerangka berfikir perusahaan sebagai suatu sistem, yang mengidentifikasi elemen-elemen penting yang harus ada serta aliran data, informasi, dan keputusan yang menghubungkan elemen-elemen tersebut. Model lingkungan untuk memahami lingkungan perusahaan dan interaksi antara perusahaan dan masing-masing elemen dalam bentuk aliran sumber daya.

Elemen  Proses  Pemecahan Masalah

Kebanyakan masalah yang dipecahkan manajer dapat dianggap sebagai permasalahan sistem. Sebagai contoh, perusahaan sebagai suatu sistem yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Atau terdapat masalah dengan sistem persediaan, sistem komisi penjualan, dan seterusnya. Solusi masalah sistem adalah solusi yang membuat sistem tersebut memenuhi tujuannya dengan paling baik.
Elemen Proses Pemecahan Masalah

Memilih Solusi yang Baik

            Herry Mintzberg seorang ahli teori mamnajemen, telah mengidentifikasi tiga pendekatan.
       Analisis – Evaluasi pilihan-pilihan secara sistematis dengan mempertimbangkan konsekuensi pilihan-pilihan tersebutpada tujuan organisasi.
       Penilaian – Proses pemikiran yang dilakukan oleh seorang manajer.
       Penawaran – Negoisasi antara beberapa manajer

Struktur Permasalahan

Seorang manajer dapat memahami beberapa masalah lebih baik dibandingkan yang lain. Masalah mengenai beberapa banyak persediaan yang harus dipesan merupakan sebuah contoh permasalahan yang dapat dipahami dengan baik oleh seorang manajer. 

Ø Terstruktur (structure problem) terdiri atas unsur dan hubungan antara berbagai elemen yang semuanya dipahami oleh orang yanng memecahkan masalah.
Ø  Masalah yang tidak terstruktur (unstructured problem) adalah masalah yang tidak memiliki elemen atau hubungan antar elemen yang dipahami oleh orang yang memecahkan masalah.
Ø  Masalah semiterstruktur (semistructured problem) adalah masalah yang terdiri atas beberapa elemen atau beberapa hubungan yang dipahami oleh si pemecah pemecah dan beberapa yang tidak dapat dipahami.


Jenis Keputusan

Herbert A. Simon menemukan metode untuk mengklasifikasikan keputusan. Ia percaya bahwa keputusan terletak pada suatu kontinum. Dengan keputusan yang terprogram pada suatu sisi dan pada suatu yang tidak terprogram disisi yang lain. Putusan terprogram (programmed decision) bersifat relatif dan rutin dalam hal prosedur tertentu digunakan unuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perl;u dianggap de novo (baru) setiap kali terjadi. Keputusan yang tidak terprogram (nonprogrammed decision) bersifat baru tidak terstruktur , dan penuh konsekuensi.

Simon menjelaskan bahwa dua jenis keputusan tersebut hanyalah merupakan gambaran hitam putih dari kontinum tersebut dan bahwa kebanyakan masalah terletak diwilayah abu-abu. Namun konsep terprogram dan tidak terprogram penting untuk diketahui, karena masing – masing harus ditangani dengan teknik yang berbeda.

Nama   : Farid Dudin
Nim     : 12112919
Kelas   : 12.3F.14

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar