Senin, 01 Juli 2013

Alasan rasional perspektif ekonomi mengenai pengharaman riba.

Nama     : Suwandi
N.I.M     : 1252 0122
Jurusan  : Manajemen
Tugas akhir semester pengantar ekonomi syariah. 
"Alasan rasional perspektif ekonomi mengenai pengharaman riba"

A.  Pelanggaran Riba Dalam Sistem Keuangan Islam
Pelatrangan riba menurut Qardhawi memiliki hikmah yang tersembunyi dibalik pelaranganya yaitu perwujudan persamaan yang adil diantara pemilik harta (modal) dengan usaha, serta pemikulan resiko dan akibatnya secara berani dan penuh rasa tanggung jawab. Prinsip keadilan dalam islam ini tidak memihak kepada salah satu pihak, melainkan keduanya berada pada posisi yang seimbang.
Konsep pelarangan riba dalam islam, dapat dijelaskan dengan keunggulan secara ekonomis dibangdingkan dengan konsep ekonomi konvensional. Riba secara ekonomis lebih merupakan sebuah upaya untuk mengoptimalkan aliran investasi dengan cara memaksimalkan kemungkinan investasi melalui pelarangan adanya kepastian(bunga). Semakin tinggi tingkat suku bunga, semakin besar kemungkinan aliran investasi yang terbendung.  Semakin tinggi dinding bendungan, maka semakin besar aliran air yang terbendung(Ascarya,2007:17).
Dengan pelaranga riba, maka dinding yang membatasi aliran investasi tidak ada sehingga alirannya lancar tanpa halangan. Hal ini terlihat jelas pada saat Indonesia dilanda krisis keuangan dan perbankan pada 1997-1998. Pada saat itu, suku bunga perbankan melambung sangat tinggi mencapai 60%. Dengan suku bunga setinggi itu bias dikatakan tidak ada orang yang berani meminjam ke bank untuk investasi.

B.  Hikmah Pengharaman Riba

        Dari perspektif kemanusiaan
l  Pengaharam riba atau apa-apa saja nama lain bagi riba adalah untuk mengelakkan penindasan pihak yang mempunyai uang ke atas orang yang memerlukan. Perkara ini jelas bercanggah dengan kepentingan manusia karena peminjam tiada pilihan melainkan terpaksa membayar lebih dari apa yang diperolehi dalam pertukaran.
l  Pihak yang memakan riba akan bertambah kaya dan senang, hasil gandaan dan percambahan uang yang dipinjamkan. Golongan kaya yang mampu memberi pinjaman akan bertambah kaya dari hari ke hari, manakala golongan yang meminjam uang akan terus akibat percambahan riba dari pinjamannya.
l  Amalan riba akan menanam sifat malas bekerja. Riba akan mendorong pemakannya hidup senang-senang tanpa bekerja dan berusaha sedangkan islam mengajarkan umatnya untuk berusaha dan bekerja.
l  Dari sudut kemasyarakatan, riba bias merenggangkan dan merusakkan hubungan diantara orang kaya pemakan riba dan orang miskin seterusnya kana menimbulkan kekacauan di dalam masyarakat dan Negara. Maka timbullah dari situ perampokan, pembunuhan, tekanan terhadap golongan kurang mampu dan hilangnya keadilan dalam transaksi. Sebagai contoh, Negara tetangga kita digemparkan dengan berbagai pidana yang dilakukan oleh Ah Long(pemberi pinjaman uang tidak berlisensi/sertifikat) terhadap penghutang.  Akibatnya jika penghutang tidak membayar, pemberi hutang bias meyerang, mengurung, memotong tangan, membunuh, dan melakukan berbagai kezaliman lain terhadap para penghutang dan keluarga mereka.
l  Hilang nilai-nilai kebaikan,tolong menolong dan kerjasama dalam masyarakat. Hal ini berlaku akibat kesan daripada ketamakan manusia mengejar uang yang disuburkan melalui system riba. Mereka sanggup menindas insan lain untuk kekayaan sendiri. Akibatnya manusia saling bermusuhan sehingga menghilangkan nilai kebaikan dan tolong mrnolong antara masyarakat.

Dari perspektif Ekonomi
  • Keseluruhan sitem ekonomi akan menjadi rapuh karena kegiatan ekonomi sebenarnya tidak jelas sama sekali.
  •  Sistem riba mencegah orang dari terlibat secara langsung dengan kegiatan ekonomi nyata.
  • Apabila keadilan, ketulusan, dan keseimbangan dalam system ekonomi dalam sistem ekonomi ditolak, lihatlah bagaimana krisis ekonomi dunia yang dihadapi oelh masyarakat internasional saat ini.
  •  Menyebabkan krisis sub prima yang parah akibat dumping kredit tanpa control.
  • Membedah sistem ekonomi pada risiko penurunan yang sangat berbahaya.
  • Sistem riba akan menghancurkan dan memberi dampak yang negatif dimana ia akan meruntuhkan pandangan masyarakat terhadap keyakinan sistem ekonomi yang nyata.
  • Menghambat negara ke arah kemrosotan ekonomi untuk kali berikutnya dengan menciptakan kelompongan nilai ekonomi nyata dibandingkan transaksi keuangan.

C.  Bagaimana Sistem Islam Bisa Mengatasinya?
l  Sistem ekonomi islam adalah sistem yang menjalankan kegiatan ekonomi yang melibatkan transaksi pertukaran barang berdasarkan transaksi nyata. Islam bukanlahlah berteraskan riba yang bersifat atas angin dan melahirkan uang bukan dari kegiatan transaksi perniagaan. Bahkan membenarkan transaksi kredit secara leluasa. Keadaan ini membuka ruang spekulasi yang berlebihan dan perkembangan industry riba yang akhirnya jatuh.
l  Sistem islam tidak mendorong pengguna berhutang, dan menaggung beban kredit yang ekstrim. justru, sistem perbankan islam tidak memungkinkan kita memberikan fasilitas pembiayaan kepada mereka yang tidak memiliki potensi untuk membayar kembali. Hal ini bertepatan dengan sistem pengurusan resiko didalam ekonomi yang yang dapat menghindari krisis kredit dan sub prima.
l  Sistem islam tidak membenarkan janji pengembalian tetap dalam investasi. Walau pada awalnya kelihatan menguntungkan tetapi pada hakikatnya ia membebankan semua pihak, terutama pihak yang berjanji. hal ini tidak hanya dapat menghindari beban utang oleh pihak berjanji akibat kerugian, bahkan mendorong kegiatan ekonomi tumbuh melalui kegiatan transaksi nyata.

l  Islam mengharuskan mudharabah dan musyarakat dalam inventasi, yang mana itu memiliki ciri-ciri pengawalan yang unik, adil dan seksama. Sama sekali berlawanan dengan sistem riba dan kapitalis.
D.  Kesimpulan
Tema mengenai riba selalu menjadi isu yang mendominasi kajian ekonomi Islam. Pelarangan riba sebagai salah satu pilar utama ekonomi Islam bertujuan untuk menciptakan sistem yang mendukukng iklim investasi. Implikasi pelarangan riba di sector riil, diantaranya dapat mendorong optimalisasi investasi, mencegah penumpukan harta pada sekelompok orang, mencegah timbulnya inflasi dan penurunan produktivitas serta mendorong terciptanya aktivitas ekonomi yang adil.

Hadirnya ekonomi Islam ditengah – tengah masyarakat adalah untuk menciptakan keadilan ekonomi dan distribusi pendapat menuju tercapainya kesejahteraan masyarakat. Ekonomi Islam menempatkan keadilan untuk semua pelaku bisnis, tidak mengenal istilah “kreditur” dan “debitur”, melainkan mitra yang sama –sama memikul resiko dengan penuh tanggung jawab. Untuk itu sistem profit-loss sharing dapat dijadikan sebagai solusi alternative pengganti sistem bunga dalam sistem perekonomian Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar