Senin, 01 Juli 2013

Bagaiman Sejarah Membuktikan Ekonomi Islam Yang Adil

TUGAS AKHIR SEMESTER
MATA KULIAH PENGANTAR EKONOMI SYARIAH
Nama                      : Wahyu Hendrawan                                                                                                      
NIM                       : 1052 0084
No. absen               : 37
Judul Tugas             : Bagaiman Sejarah Membuktikan Ekonomi Islam Yang Adil


Assallamualaikum wr. Wb.
Sejarah mencatat tentang peperangan atau sengketa kekuasaan yang terjadi di dunia, baik dalam sekala besar seperti perang dunia I dan II atau sekala regional seperti peperangan di timur tengah dan sengketa di laut china. Semua itu terjadi atas dasar faktor ekonmi dan kekuasaan. Atas dasar paham ekonmi diantara banyak Negara berbeda – beda, tak khayal peperangan terus terjadi dari ratusan tahun yang lalu hingga di zaman modern seperti sekarang ini. Baik berupa perang terbuka ( dengan persenjataan militer ) ataupun melalui penyebaran  paham yang merusak terhadap suatu bangsa.

 Seperti di ketahui pada perang dunia I (1914 – 1918) terjadi karena sebab antara lain :
·      Adanya persaingan daerah pemasaran serta sumber bahan baku
·      Adanya dua kubu persekutuan yang saling bersaing yaitu triple entente ( prancis, inggris rusia ) dengan triple alliance ( jerman, Italy, turkey ).
Akibat di bidang ekonomi dari perang dunia I salah satunya munculnya paham ekonomi dan pemerintahan antara lain diktatorisme, fasisme dan komunisme. Paham tersebut berkembang di Negara Negara anggota Uni Soviet dan sekutunya.
               
                Perang dunia II terjadi pada 1 september 1939 sampai2 september 1945. Perang dunia ke II merupakan perang terbesar dalam catatan sejarah manusia karena melibatkan banyak Negara dan pengerahan pengaruh non milter dalam keterlibatan perang. Perang ini mengakibatkan jutaan korban manusia meninggal. Perang kali ini melibatkan 2 kubu yakni Italy, jerman, jepang beserta sekutunya dengan Amerika Serikat beserta sekutunya untuk saling berusaha merebut kekuasaan dan pengaruhnya di dunia dengan salah satu motifnya ialah persaingan di perekonomian. Perlu diketahui bahwa “jerman cs” menganut faham fasisme dan amerika dan sekutu menganut system kapitalisme, dua sytem pemerintahan dan perekonomian yang saling bertolak belakang. Dalam perang kali ini amerika dan sekutu muncul sebagai pemenangnya.
                Perkembangan selanjutnya adalah semakin berkembangnya system kapitalisme yang dianut amerika dan sekutunya serta ajaran komunis yang juga berkembang di uni soviet. Sehingga munculah perang dingin ( 1947 – 1991 ) dimana terjadi persaingan antara blok barat yaitu amerika dan sekutu dengan uni soviet dan sekutu.

                System perekonomian komunis merupakan paham perekonomian pada pemerintahan dimana Negara mempunyai kekuasaan penuh terhadap seluruh sector ekonomi seluruh sumber – sumber perokonomian Negara. Warga sama sekali tidak diberikan hak kepemilikan atas segala faktor ekonomi. Sistem ini memberikan dampak buruk terhadap meratanya kesejahtera dan kemakmuran seluruh warga Negara. Hal ini berbanding terbalik dengan sytem ekonomi kapitalis dimana setiap warga Negara bebas memiliki dan memanfaatkan segala kegiatan ekonomi dengan tidak adanya batasan. Sytem ini jelas akan berakibat bahwa orang yang memiliki memiliki modal serta pengaruh kuat yang akan semakin meraskan kesjahteraannya serta akan memunculkan penindasan terhadap kaum yang lemah.

                Atas dasar hal – hal diatas, ekonomi islam muncul sebagai penengah atas hal – hal buruk yang diakibatkan dari sytem ekonomi komunis dan kapitalime. Diadalam islam setiap umat atau warga berhak memnfaatkan atas suatu faktor produksi baik berupa tanah atau yang lainnya karena pada dasarnya hak milik sesungguhnya adalah Allah SWT (Qs. Al-baqarah ayat 284) sedangkan hakikat sesungguhnya manusia adalah sebagai khalifah (Qs. Al-hadid ayat 7). Hal inilah yang tidak dimiliki oleh paham komunis sehingga terabaikannya kesejahteraan untuk untuk seluruh umat atau warga.
                    Islam telah memberikan ajaran kepada manusia tentang pemanfaatan atas sumber daya, bahwa manusia berhak memiliki dan memnfaatkan sumberdaya alam, tetapi tidak diperbolehkan pemnfaatan dalam jumlah yang berlebihan kaerna pada dasarnya kesejahteraan dan kemakmuran diperuntukan untuk seluruh umat. Dalam pemanfaatan sumber daya alam, islam memberikan peraturan yang ketat yakni pemanfaatan harus ada tertentu. Agar       keseimbangan alam terjaga, sepert firman Alloh “telah Nampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan karena perbuatan manusia” (Qs. Ar- rum :  41). Hal inilah yang diabaikan oleh kaum kapitalis dimana terjadinya eksploitasi yang berlebih terhadap sumber daya alam diseluruh dunia melalui perusahaan multinasionalnya. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip keadilan dalam ekonmi islam bahwa  islam sangat mementingkan akan kelangsungan hidup umat.

                Andai seluruh Negara di dunia menganut system ekonmi islam, tidak akan pernah ada jutaan jiwa nyawa manusia melayang pada perang dunia dimana peperangan terjadi atas dasar nafsu  kesrakahan dan kekuasaan. Andai di zaman modern seperti sekarang ini seluruh Negara barat menganut sistem ekonomi islam maka tidakllah akan terjadi lagi penjajahan – penjajahan era baru oleh Negara – Negara barat terhadap Negara kecil dan berkembang. Segala bencana alam yang semakin sering melanda rumah kita tercinta Indonesia akhir – akhir ini tidak akan pernah ada jika sistem perekonomian Negara berdasarkan Al-quran dan hadist karena tidak aka nada eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam.
    

ALLOHU AKBAR!
Wassallamualaikum wr.wb.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar