Selasa, 02 Juli 2013

"EKONOMI ISLAM SAAT INI"



A. PENDAHULUAN

Bagaimana Ekonomi Islam saat ini ?
Banyak kalangan yang melihat islam secara parsial, dimana Islam hanya diwujudkan dalam bentuk ritualisme ibadah semata, dan menganggap bahwa islam tidak ada kaitannya dengan sistem perekonomian seperti perbankan, pasar modal , asuransi, ekspor import dan lain-lain.
Di Indonesia saat ini telah mulai dan dilaksanakan penerapan syariah Islam dalam bentuk aplikasi Ekonomi walaupun masih banyak kekurangannya. Hal ini dikarenakan sudah terlalu lama bangsa Indonesia menganut sistem Ekonomi konvensional yang membebaskan semua pelaku usahanya dengan jalan apapun untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin.
Ekonomi islam saat ini telah dikembangkan di beberapa universitas baik di negara-negara muslim, maupun di negara-negara barat, seperti USA, Inggris, Australia, dan Iain-lain.
Dalam bentuk praktek, ekonomi islam telah berkembang dalam bentuk lembaga perbankan dan juga lembaga-lembaga islam non bank lainya. Sampai saat ini, lembaga perbankan dan lembaga keuangan islam lainya telah menyebar ke 75 negara termasuk ke negara barat.
Di Indonesia, perkembangan pembelajaran dan pelaksanaan ekonomi islam juga telah mengalami kemajuan yang pesat.
B.     PEMBAHASAN
Sistem Ekonomi Islam yang pada dasarnya dilandasi oleh hukum yang ada di Al-Quran dan Al-Hadits. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya umat Islam, seharusnya sistem ekonomi syariah Islam ini dapat dilaksanakan dan diterapkan di Indonesia secara kafah (menyeluruh), yang mengedepankan transparansi, keadilan dan good governance dalam pengelolaan usaha dan asset-asset negara. Di Indonesia, praktek ekonomi Islam, khususnya perbankan syariah sudah ada sejak tahun 1992. Diawali dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Bank-bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Namun, pada decade hingga tahun 1998, perkembangan bank syariah boleh dibilang agak lambat.
Sesuai dengan perkembangan ekonomi global dan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap ekonomi dan perbankan Islam, ekonomi Islam menghadapi berbagai permasalahan dan  tantangan-tantangan yang besar. Lima  problem dan  tantangan yang dihadapi ekonomi Islam saat ini, Pertama, masih minimnya pakar ekonomi Islam berkualitas yang menguasai ilmu-ilmu ekonomi modern dan ilmu-ilmu syariah secara integratif. Kedua, ujian atas kredibilitas sistem ekonomi dan keuangannya. Ketiga, perangkat peraturan, hukum dan kebijakan, baik dalam skala nasional maupun internasional masih belum memadai. Keempat, masih terbatasnya Perguruan Tinggi yang mengajarkan ekonomi Islam dan masih minimnya lembaga tranining dan consulting dalam bidang ini, sehingga SDI di bidang ekonomi dan keuangan syariah masih terbatas dan belum memiliki pengetahuan  ekonomi syariah yang memadai. Kelima, peran pemerintah baik eksekutif maupun legislatif, masih rendah terhadap pengembangan ekonomi syariah, karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan mereka tentang ilmu ekonomi Islam.
 Saat ini ekonomi Islam benar-benar dapat dilaksanakan jika orang yang mengelolanya benar-benar dapat mengerti dan secara jujur melaksanakan ekonomi syari'ah Islam.
C.    KESIMPULAN
Dapat dipastikan bahwa ekonomi syariah bisa menjadi pilihan untuk mengatasi masalah umat Islam yang saat ini masih mengalami krisis ekonomi. Merupakan sebuah tantangan yang sangat besar untuk para pengusaha dan kalangan yang mengerti ekonomi syariah Islam untuk dapat menerapkan sisem ekonomi syariah ini secara menyeluruh di negeri ini. Sistem perekonomian Islam bersifat universal artinya dapat digunakan oleh siapapun tidak terbatas hanya untuk umat Islam saja, dalam bidang apapun serta tidak dibatasi oleh waktu dan zaman, asalkan tetap berpegang pada norma-norma Islami. Al-Qur’an dan Al-Hadits merupakan landasan hukum yang lengkap dalam mengatur segala aspek kehidupan, salah satunya bidang ekonomi. Sampai saat ini, ekonomi islam masih berjalan disesuaikan dengan landasan hukum berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits.


Nama               : Isti Mayang Putri

NIM/No. Urut : 1152 0139 / 20

P. Studi            : Manajemen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar